Pages

Kamis, 15 September 2011

Landasan Sosial Budaya

LANDASAN SOSIAL BUDAYA
 
Oleh :
Malalina (20102512008)
Febrina Bidasari (20102512018)
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya

Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sosial mengacu kepada hubungan antarindividu, antarmasyarakat, dan individu dengan masyarakat. Budaya mengacu tentang apa yang dikerjakan dan cara menyerjakan serta bentuk yang diinginkan. Aspek sosial sangat berperan dalam proses pendidikan, tidak ada pendidikan yang tidak dimasuki unsur budaya. Materi yang dipelajari dan kegiatan-kegiatan
serta bentuk-bentuk pendidikan merupakan unsure budaya pendidikan.

A.  SOSIOLOGI DAN PENDIDIKAN
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. Sosiologi mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
1.  Empiris, adalah ciri utama sosiologo karena bersumber dan diciptakan dari kenyataan yang ada  dilapangan.
2. Teoretis, adalah peningkatan fase penciptaan tadi yang menjadi salah satu bentuk budaya yang bisa disimpan dalam waktu lama dan dapat diwariskan pada generasi muda.
3.  Komulatif, sebagai akibat dari penciptaan terus-menerus sebagai konsekuensi dari terjadinya perubahan di masyarakat, yang membuat teori-teori itu akan berkomulasi mengarah kepada teori yang lebih baik.
4. Nonetis, karena teori itu menceritakan apa adanya tentang masyarakat beserta individu-individu di dalamnya, tidak menilai apakah hal itu baik atau buruk.
Teori sosiologi memberi petunjuk kepada guru-guru tentang bagaimana seharusnya mereka membina para siswa agar mereka bisa memiliki kebiasaan hidup yang harmonis, bersahabat, dan akrab sesama teman.
Sosiologi pendidikan meliputi :
1.   1. interaksi guru-siswa,
2.   2. dinamika kelompok di kelas dan di organisasi intra sekolah,
3.   3. struktur dan fungsi sistem pendidikan,
4.   4. sistem-sistem masyarakat dan pengaruhnya terhadap pendidikan.

Wujud sosiologi pendidikan adalah tentang konsep proses sosial. Proses sosial dimulai dari interaksi sosial yang didasari oleh faktor-faktor berikut :
  1. Imitasi, peniruan yang bisa bersifat positif atau negatif                                              
  2. Sugesti, akan terjadi jika anak tertarik pada pandangan orang yang berwibawa
  3. Identifikasi, mencoba menyamakan dirinya dengan orang lain                                  
  4. Simpati, akan terjadi bila seseorang merasa tertarik dengan orang lain
Dalam proses sosial terdapat interaksi sosial. Interaksi sosial akan terjadi apabila memenuhi dua syarat sebagai :
1.    Kontak sosial, kontak sosial dapat menghasilkan interaksi sosial yang positif atau negatif. Kontak sosial dapat terjadi 3 bentuk :
a.  Kontak antarindividu
b.  Kontak antar individu dengan kelompok atau sebaliknya
c.  Kontak antarkelompok
2.   Komunikasi, adalah proses penyampaian pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain atau sekelompok orang.
a.    Melalui pembicaraan
b.    Melalui mimik
c.    Dengan lambang
d.    Dengan alat-alat
Ada sejumlah bentuk interaksi sosial, yaitu sebagai berikut :
1.    Kerjasama
2.    Akomodasi, ialah usaha untuk meredakan pertentangan, mencari kestabilan, serta kondisi berimbang di antara para anggota.
3.   Asimilasi atau akulturasi, ialah usaha mengurangi perbedaan pendapat antaraanggota serta usaha meningkatkan persatuan pikiran, sikap, dan tindakan dengan memperhatikan tujuan-tujuan bersama. Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya akulturasi antara lain :
a.    toleransi
b.    menghargai kebudayaan orang lain
c.    sikap terbuka
d.    demokrasi dalam banyak hal
e.    ada kepentingan yang sama.
4.    Persaingan
5.    Pertikaian, ialah proses sosial yang menunjukkan pertentangan atau konflik satu dengan yang lain.
Dalam dunia pendidikan kelompok sosial ini bisa berbentuk kelompok personalia sekolah, kelompok guru, kelompok siswa, kelas, subkelas, kelompok belajar dirumah dan sebagainya. Ada dua teori yang dipakai untuk meningkatkan produktivitas kelompok sosial, yaitu : (Wuraji, 1988 dan Sudarja, 1988).
1.    Teori Struktur Fungsional
Teori ini memanfaatkan struktur dan fungsi untuk meningkatkan produktivitas kelompok. Struktur adalah bagian-bagian kelompok dengan peranan dan posisinya masing-masing serta memiliki fungsi-fungsi tersendiri. Teori ini dikembangkan oleh Pluralis.
2.    Teori Konflik
Menggunakan prinsip-prinsip pemaksaan dalam melakukan perbaikan atau perubahan kelompok sosial. Teori ini kemudian dikembangkan menjadi teori radikal, artinya perubahan-perubahan dalam kelompok sosial dilakukan secara radikal.
Wuradji mengatakan (1) sekolah sebagai kontrol sosial, yaitu untuk memperbaiki kebiasaan-kebiasaan jelek pada anak-anak kala di rumah maupun di masyarakat dan (2) sekolah sebagai pengubah sosial, yaitu untuk menyeleksi nilai-nilai, menghasilkan warga negara yang baik, dan menciptakan ilmu serta teknologi baru.
Jadi, Sosiologi sebagai landasan bagi proses dan pelaksanaan pendidikan, karena memang karakteristik dasar manusia sebagai makhluk sosial akan berkembang dengan baik dan menghasilkan kebudayaan-kebudayaan yang bernilai serta peradaban tinggi melalui pendidikan.

B.       KEBUDAYAAN DAN PENDIDIKAN
Kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota-anggota masyarakat (Imran Manan, 1989). Kebudayaaan yang dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
1.    Kebudayaan umum yaitu kebudayaan Indonesia itu sendiri
2.    Kebudayaan daerah yaitu kebudayaan yang berada di daerah-daerah seperti kebudayaan Buton, Raha, Sunda, Jawa, dll.
3.  Kebudayaan popular yaitu kebudayaan yang masa berlakunya rata-rata lebih pendek dari kedua kebudayaan di atas.

Ketiga kebudayaan diatas pantas diajarkan disekolah, asal disesuaikan dengan proporsinya. Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah dan bila pendidikan berubah akan dapat mengubah kebudayaan. Pendidikan adalah suatu proses membuat orang kemasukan budaya, membuat orang berprilaku mengikuti budaya yang memasuki dirinya. Sekolah sebagai salah satu dari tempat enkulturasi suatu budaya sesungguhnya merupakan bahan masukan bagi anak dalam mengembangkan dirinya.
Kerber dan Smith (Imran Manan, 1989) fungsi kebudayaan dalam kehidupan manusia :
a.   Penerus keturunan dan pengasuh anak
b.   Pengembangan kehidupan berekonomi
c.   Transmisi budaya
d.   Meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha esa
e.   Pengendalian social
f.    Rekreasi
Perubahan kebudayaan disebabkan oleh :
a.   Originasi atau penemua-penemua baru
b.   Difusi atau percampuran budaya baru dengan budaya lama
c.   Reinterpretasi atau modifikasi kebudayaan agar sesuai dengan keadaan zaman

C.      MASYARAKAT DAN SEKOLAH
Lembaga pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat itu sendiri. Lembaga pendidikan ada dimasyarakat hidup bersama-sama dengan warga masyarakat. Antara masyarakat dan sekolah saling membutuhkan. Masyarakat membutuhkan agar para siswa dan para remaja dibina disekolah, sebaliknya sekolah membutuhkan agar masyarakat membantu kelancaran proses belajar di sekolah dengan memberikan berbagai macam fasilitas. Manfaat pendidikan bagi masyarakat adalah :
1.   Pendidikan sebagai transmisi budaya dan pelestarian budaya
2.   Sekolah sebagai pusat budaya bagi masyarakat sekitarnya
3.   Sekolah mengembangkan kepribadian anak di samping oleh keluarga anak itu sendiri
4.   Pendidikan membuat orang menjadi warga Negara yang baik
5.   Pendidikan meningkatkan integrasi sosial atau kemampuan bermasyarakat.

0 komentar:

Poskan Komentar